Kehidupan Sosial Budaya, Politik, Agama, dan Ekonomi Kerajaan Kalingga

Kehidupan Sosial Budaya, Politik, Agama, dan Ekonomi Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga mencatatkan dalam sejarahnya sebagai salah satu kerajaan yang paling berpengaruh di daratan Jawa. Hal itu tidak lepas dari pencapaian Kerajaan Kalingga dalam membangun sebuah sistem pemerintahan yang mampu menopang kehidupan masyarakat, terlebih ketika kekuasaan raja dipegang oleh Ratu Shima. 

Berbagai tatanan mulai dari sosial budaya, politik, agama, hingga ekonomi mampu dikoordinasikan dengan baik hingga terciptalah kerajaan yang makmur. Adapun sejarah kehidupan masyarakat Kerajaan Kalingga digambarkan sebagai berikut.

Kehidupan masyarakat kerajaan Kalingga dalam bidang sosial budaya, politik, agama, dan ekonomi

Kehidupan sosial kerajaan kalingga

Kehidupan sosial budaya masyarakat kerajaan Kalingga lebih tercermin pada masa kepemimpinan Ratu Shima. Di bawah kekuasaannya, masyarakat Kalingga mampu hidup dengan aman dan teratur. Stabilitas sosial sangat didukung serta memperoleh dukungan kerajaan dalam bentuk penetapan peraturan yang sangat ketat dan merakyat.

Berkat ketegasan dan kebijaksanaan Ratu Shima dalam menjalankan proses hukum dan pemerintahan, sistem sosial Kerajaan Kalingga sangat tertib dan tentram. Sehingga kemungkinan terjadinya tindakan kejahatan sangat minim. bagan dalam penegakan hukum Ratu Sima tidak membedakan antara rakyat dengan kerabat di lingkungan kerajaan.

Pernah seketika raja Ta-Shih menguji kondisi sosial di Kerajaan Kalingga. Mendengar kabar bahwa kerajaan ini sangat tegas terhadap penegakan hukum, pimpinan Muslim Arab dan Persia tersebut mengirim utusan untuk meletakkan satu kantong emas di area jalan sekitar kerajaan Ratu Shima. Selama 3 tahun kantong tergeletak di jalan tidak satu pun masyarakat Kerajaan Kalingga yang berani menyentuh bahkan mengambil.

Bahkan orang yang secara tidak sengaja menginjak kantong tersebut sampai isinya berhamburan adalah seorang putra mahkota Ratu Shima sendiri. Sebagai bentuk ketegasannya, Ratu Shima tetap memutuskan untuk menghukum putra mahkota tersebut dengan hukuman mati. Namun setelah banyak menteri yang memohon agar tidak dilakukan hukuman tersebut, kemudian Ratu Shima merubah hukumannya dengan memotong bagian kaki putra mahkota yang menyentuh kantong tersebut.


Kehidupan politik kerajaan kalingga

Adapun kehidupan politik juga tercermin pada masa kepemimpinan Ratu Shima. Untuk melakukan hubungan kerjasama dengan kerajaan lain diberlangsungkanlah pernikahan antara keluarga Kerajaan Ratu Shima dengan keluarga Kerajaan Galuh. Dari pernikahan yang terjadi menghasilkan keturunan seorang tokoh besar bernama Sanjaya yang kelak akan menjadi pelopor munculnya Dinasti Sanjaya.

Darihubungan pernikahan ini secara tidak langsung membawa pengaruh di bidang politik. Kerajaan Kalingga dan Kerajaan Galuh memiliki keterhubungan diplomasi yang sangat erat untuk menciptakan stabilitas kedua kerajaan, baik di bidang politik, sosial, ekonomi, dan keamanan. Dengan hubungan tersebut masing-masing kerajaan dapat mendukung serta memberikan keamanan satu sama lain.


Kehidupan agama kerajaan kalingga

Kerajaan Kalingga merupakan rujukan agama Budha yang ada di daratan Jawa. Perkembangan agama Buddha di kerajaan ini diperkenalkan oleh para pendeta Budha. Tokoh pendeta yang cukup populer pada masa itu adalah Jnanabadra asli dari Jawa. Adapun agama Budha yang berkembang di kerajaan Kalingga adalah Buddha Hinayana.

Karena terkenal dengan pusat agama Buddha, Kerajaan Kalingga memperoleh kunjunga dari para pendeta luar. Salah satunya yaitu pendeta Hwi-Ning yang berasal dari Cina dengan misi untuk menerjemahkan naskah dari bahasa Sansekerta ke bahasa Cina. Proses penerjemahan tersebut dibantu oleh pendeta Budha, Jnanabadra.

Ekonomi kerajaan kalingga

Masyarakat penduduk Kerajaan Kalingga memiliki profesi pekerjaan sebagai seorang pedagang dan petani. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah jauh dari pantai, umumnya bekerja sebagai petani dan berkebun. sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir lebih didominasi oleh para pedagang.

Kerajaan Kalingga sendiri merupakan daerah penghasil kulit penyu, emas, perak, cula badak, gading, dan beberapa orang lain sebagai barang dagangan. Sedangkan para petani sering menghasilkan panen berupa beras. Dari kedua mata pencaharian ini masyarakat dapat hidup makmur dan sejahtera.

Demikian gambaran singkat mengenai kehidupan sosial budaya, politik, agama, dan ekonomi masyarakat penduduk Kerajaan Kalingga. Adapun masa kejayaan mereka ketika masih dalam kepemimpinan Ratu Shima, dimana rakyat secara menyeluruh mendapat perhatian dari keluarga Kerajaan. Kerajaan Kalingga contoh ketika mendapat serangan dari kerajaan Sriwijaya jauh setelah Ratu Shima memimpin.


Kehidupan Sosial Budaya, Politik, Agama, dan Ekonomi Kerajaan Kalingga - Budaya Jawa

Belum ada Komentar untuk "Kehidupan Sosial Budaya, Politik, Agama, dan Ekonomi Kerajaan Kalingga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel