Data Spasial Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)

Banyak yang masih tidak bisa membedakan antara peta dan Sistem Informasi Geografis. Perbedaannya adalah, jika pada Sistem Informasi Geografis, data yang disajikan cenderung lebih lengkap dan lebih interaktif pula. Dengan begitu pemanfaatannya juga lebih beragam. Selain itu, dalam Sistem Informasi Geografis ini masih dibagi menjadi dua kategori lagi, yaitu data spasial dan non spasial. Data spasial sistem informasi geografi dan data non spasial disajikan dalam bentuk berbeda.

Bagian Penting dan Format Penyimpanan Data Spasial Sistem Informasi Geografi

Di dalam Sistem Informasi Geografi (SIG) sebagian besar yang ditanganinya adalah data spasial. Maka dari itu, data spasial ini memiliki peran yang sangat penting dalam Sistem Informasi Geografi. Yang dimaksud dengan data spasial ini adalah data yang memiliki orientasi geografis, terdapat sistem dan koordinat tertentu yang mana keduanya ini yang digunakan sebagai dasar referensi.

 

Baca juga: Contoh Data Spasial

Data spasial ini memiliki dua bagian penting yang membedakannya dengan jenis data lainnya. Dari dua bagian inilah nantinya bisa dibedakan apakah data yang disajikan dalam Sistem Informasi Geografis adalah data spasial atau data non spasial. Dua bagian yang dimaksud adalah informasi deskriptif (attribute) dan informasi lokasi (spasial).

1. Informasi Deskriptif (Attribute)

Informasi deskriptif ini disebut juga dengan istilah informasi non spasial. Informasi deskriptif ini berisi tentang sebuah lokasi yang di dalamnya berisi keterangan yang berkaitan dengan lokasi tersebut. Misalnya informasi tentang luasan, populasi, jenis vegetasi, kode pos dan lainnya.

Baca juga: Manfaat PLTP di Indonesia

2. Informasi Lokasi (Spasial)

Bagian yang tak kalah penting dari data spasial sistem Informasi Geografi (SIG) adalah informasi lokasi atau yang disebut sebagai informasi spasial. Informasi spasial atau lokasi ini memiliki kaitan dengan koordinat, baik itu koordinat geografis yamg terdiri atas garis lintang dan garis bujur, maupun koordinat XYZ yang mana di dalamnya termasuk informasi proyeksi dan datum.

Baca juga: Daerah Penghasil Lada

Data spasial ini disimpan dalam bentuk format tertentu. Maksud dari format ini adalah jika dilihat dari bahasa komputer merupakan kode serta bentuk penyimpanan data yang mana masing-masing file akan memiliki bentuk dan format penyimpanan berbeda. Data spasial dalam sistem informasi geografi ini direpresentasikan dalam dua format penyimpanan.

1. Vektor

Data vektor ini merupakan representasi bentuk bumi dalam kumpulan garis, area, titik serta nodes. Area sendiri merupakan daerah yang dibatasi garis dimana garis ini berawal sekaligus berakhir di titik yang sama. Sedangkan titik atau nodes merupakan perpotongan antara dua garis.

Baca juga: Daerah Penghasil Perak

2. Raster

Data raster ini disebut juga dengan sel grid, merupakan data hasil penginderaan jarak jauh. Objek geografis pada data raster direpresentasikan dalam struktur sel grid yang lebih dikenal dengan pixel.

Itu tadi adalah penjelasan tentang data spasial sistem informasi geografi yang harus diketahui. Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa data spasial dalam sistem informasi geografis ini terdiri dari dua bagian penting dan disimpan dalam dua bentuk format.

Data spasial dalam sistem informasi geografis indonesia – Budaya jawa

Tinggalkan komentar