Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu-Budha yang berdiri di wilayah utara Jawa Tengah. Kerajaan ini berdiri pada tahun 594 Masehi dengan raja pertamanya adalah Prabhu Wasumurti. Sistem Kerajaan Kalingga bersifat monarki di mana kepemimpinan seorang raja dilakukan secara turun temurun.

Mata pencaharian masyarakat kerajaan Kalingga adalah di sektor pertanian dan perdagangan. Wilayahnya yang strategis di pesisir pantai utara Jawa membuat kerajaan Kalingga mampu menjalin hubungan dagang yang luas.

Masa kejayaan Kerajaan Kalingga

Berdasarkan catatan sejarahnya, Kerajaan Kalingga mengalami puncak kejayaan pada masa kepemimpinan Ratu Shima. Di bawah kepemimpinannya kondisi Kerajaan Kalingga berada dalam kondisi politik dan ekonomi yang sangat stabil. Stabilitas tidak lepas dari peran seorang Ratu Shima yang sangat memperhatikan kondisi rakyatnya.

Meskipun sempat mencapai kejayaan di masa kepemimpinan Ratu Shima, tidak menutup kemungkinan Kerajaan Kalingga mengalami keruntuhan akibat faktor-faktor tertentu.

 

Faktor penyebab runtuhnya kerajaan Kalingga

Indikasi keruntuhan Kerajaan Kalingga mulai terlihat ketika kepemimpinan Ratu Shima berakhir di sekitar tahun 695 Masehi. Beberapa faktor penyebab yang melatarbelakangi keruntuhan tersebut meliputi.

Kebijakan politik yang kurang tepat

Pasca berakhirnya kepemimpinan Ratu Sima di Kerajaan Kalingga, indikasi-indikasi keruntuhan mulai terlihat terutama ketika sistem kebijakan politik yang dilakukan oleh pengganti Ratu Sima tidak sesuai dengan harapan rakyat. Rakyat yang biasanya mendapat dukungan secara penuh oleh kebijakan politik yang diterapkan Ratu Sima, pada akhirnya harus beradaptasi dengan kebijakan politik baru yang tidak jarang merugikan rakyat.

Berangkat dari kurang tepatnya kebijakan politik tersebut membuat rakyat merasa tidak puas dengan kerajaan. Ketidakpuasan tersebutlah yang mengakibatkan adanya konflik antara rakyat dengan kerajaan. Akibatnya kerajaan tidak mampu melanjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

 

Kondisi perekonomian yang tidak stabil

Selain politik, kondisi perekonomian juga mengalami penurunan yang sangat drastis. Banyaknya faktor luar yang mempengaruhi Kerajaan Kalingga membuat aktivitas perdagangan menjadi terganggu. Hal itu seiring dengan persaingan kerajaan lain seperti Sriwijaya yang juga mempengaruhi wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Sehingga Kerajaan Kalingga kehilangan stabilitas ekonomi.

Kerusuhan di lingkungan kerajaan

Melemahnya stabilitas politik dan ekonomi yang dialami Kerajaan Kalingga membuat kerusuhan semakin banyak terjadi. Tindakan kriminal dan pelanggaran hukum semakin tak terkendali. Hal ini diakibatkan tidak adanya kepastian dari kerajaan terhadap rakyat dalam hal pemilihan stabilitas, sehingga kehidupan masyarakat semakin menurun.

Kerusuhan tersebut menyebabkan Kerajaan tidak memiliki kekuatan terutama dalam segi sumber daya ketika memperoleh perlawanan dari luar. Banyaknya pengaruh kerajaan seperti Sriwijaya membuat posisi Kerajaan Kalingga semakin melemah.

Ketidakpuasan rakyat terhadap kerajaan

Ketidakpuasan rakyat muncul ketika kerajaan tidak mampu memulihkan keadaan. Meskipun tidak terjadi secara langsung namun sangat berpengaruh terhadap kondisi rakyat yang semakin terpuruk. Kondisi semacam itu membuat kondisi kerajaan seolah-olah tidak memiliki kendali dan rawan terhadap keruntuhan.

Serangan dari kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Kalingga mengalami runtuh ketika mendapat serangan dari kerajaan Sriwijaya. Penaklukan oleh Sriwijaya tersebut berjalan dengan lancar mengingat kondisi Kerajaan Kalingga yang sedang sulit dalam berbagai bidang. terlebih pada saat yang bersamaan Kerajaan Kalingga sama sekali tidak memiliki kekuatan militer untuk membendung perlawanan Sriwijaya.

Maka sejak serangan tersebut Kerajaan Kalingga sudah berhasil dikuasai oleh Sriwijaya dan tidak ada lagi kekuasaan Kalingga yang berdiri. Sehingga kendali atas rakyat dipegang oleh kerajaan Sriwijaya.

Meskipun Kerajaan Kalingga berhasil dikuasai secara penuh oleh Sriwijaya, namun kelak keturunan Ratu Sima akan menjadi pelopor berdirinya Kerajaan besar di daratan Jawa bernama Mataram Kuno.

Sumber: TASSEMINAR.ID

Tinggalkan komentar